"Kami masih mengidentifikasi pelaku dari dialek pelaku yang sempat didengar korban," kata Kapolres Depok Kombes Ferry Abraham saat dihubungi detikcom, Minggu (2/1/2011).
Ferry mengungkapkan, peristiwa naas yang dialami korban terjadi pada Jumat (31/12/2010) sekitar pukul 06.45 WIB. Saat itu, korban hendak menuju ke kantornya yang terletak di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam angkot tersebut, sudah ada dua pria yang duduk di bangku belakang. EF awalnya tidak mengira kalau dua pria itu adalah penjahat.
"Setelah melewati flyover Jl Arif Rahman Hakim, korban kemudian ditodong pelaku," katanya.
Sambil mengancam korban untuk tidak berteriak, pelaku kemudian menutup mata dan mulut korban dengan lakban warna hitam dan coklat. Tidak hanya itu, korban juga diikat di bagian tangan dan kakinya.
"Korban kemudian ditidurkan di bangku penumpang," katanya.
Setelah memperdaya korban, pelaku kemudian menggeledah isi tas korban. Kepada korban, pelaku memksa agar memberikan nomor PIN (Personal Identification Number) kartu ATM Bank Tabungan Negara (BTN) milik korban.
"Selanjutnya uang korban yang ada di ATM sebesar Rp 15 juta dikuras habis beserta satu unit HP esia merek Idola," katanya.
Setelah menguras isi tabungan korban, pelaku kemudian membawa korban berputar-putar keliling kota. Hingga pada Sabtu (1/1/2011) sekitar pukul 02.00 WIB, korban dibuang dari dalam mobil.
"Korban dibuang di Kampung Rawabelong RT 01/21 Kelurahan Setiamekar, Tambun, Bekasi," ujarnya.
Korban yang ditemukan warga Bekasi pada Sabtu pagi kemudian melapor ke Polsek Tambun. Laporan tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Depok.
Sementara itu, Kapolres menduga, sopir angkot juga terlibat dalam kasus tersebut. "Sopirnya ini cabutan, masih kita kejar," katanya.
Kepolisian juga tengah meningkatkan kerjasama dengan Dinas Perhubungan agar menertibkan kembali angkutan umum. "Nanti kami akan minta agar sopir-sopirnya juga didata. Karena masyarakat merasa resah dengan kejadian ini. Nanti pada takut naik angkot lagi," tutupnya.
(mei/her)











































