Polisi: Dari Visum Itu Bukan Luka Tembakan Tapi Akibat Kekerasan

Penembakan di Jakarta Timur

Polisi: Dari Visum Itu Bukan Luka Tembakan Tapi Akibat Kekerasan

- detikNews
Minggu, 02 Jan 2011 22:29 WIB
Jakarta - Polres Jakarta Timur membantah adanya korban penembakan yang terjadi di depan Pusdikes, Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (30/12/2010) kemarin. Luka di kepala bagian belakang korban disebabkan pengeroyokan warga yang mengira korban sebagai pelaku penembakan.

"Dari hasil visum luka di kepala bukan merupakan luka tembakan tetapi akibat kekerasan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Minggu (2/1/2011).

Dia menambahkan, korban penganiayaan tersebut bernama Petrus Kanisius Gale. Berdasarkan keterangan beberapa saksi yang dikonfrontir polisi, kronologis kejadian bermula akibat salah paham antar dua pengendara sepeda motor yang tengah melaju di Jl Raya Bogor, depan Pusdikes TNI AD, Kramatjati.

Seorang pedagang kopi setempat, kata Dodi, menyaksikan cekcok 2 orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion No Pol F 2727 LR dengan 2 pengendara sepeda motor Suzuki Smash yang tidak diketahui plat nomornya, dan pengendara Yamaha Mio No Pol B 6058 SJV.

"Pengendara Smash memukul 1 orang yang dibonceng di sepeda motor Vixion," kata Dodi.

Tidak terima dipukul, pengendara Vixion menodongkan senjata api. "Dua orang yang gunakan sepeda motor melarikan diri karena merasa dirinya terancam, sempat terdengar suara tembakan," kata Dodi.

Masyarakat yang menyaksikan aksi koboi tersebut langsung berteriak maling ke arah korban dan pelaku yang tengah cekcok. "Korban Petrus bangkit dan lari menyelamatkan diri karena takut dikira teman dari salah satu pelaku. Dia lari lari ke arah Jl Raya Bogor," ujar Dodi.

Sementara seorang pengendara yang membawa senjata api melarikan diri dan meninggalkan rekan yang diboncengnya yaitu Hendy. Naas bagi Hendy, dia tertangkap anggota piket Pusdikes AD karena ketahuan masuk tanpa izin.

"Hendy diketahui sebagai tukang ojek di wilayah Sukabumi. Berdasarkan pengakuannya yang bersangkutan adalah pelaku penodongan," kata Dodi.


(ahy/her)


Berita Terkait