"Seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung, jumlah sampah pun meningkat. Untuk kemarin saja banyak sekali, berbeda dengan hari Sabtu-Minggu biasanya," ujar Humas Kebun Binatang Ragunan, Wahyudi Bambang Prihantoro kepada detikcom, Minggu (2/1/2011).
Bambang tidak mengetahui persis banyak peningkatan sampah yang ditinggalkan para pengunjung usai melakukan rekreasi di tempat tersebut. Yang jelas dikatakan Bambang, petugas kebersihan bekerja sampai malam untuk membersihkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ragunan memang menjadi pilihan bagi para keluarga yang ingin menghabiskan waktu liburannya. Selain karena harganya tiket masuknya yang murah, kawasan Ragunan cukup sejuk dan udaranya sangat segar.
"Maka itu pada Sabtu kemarin pengunjung yang datang mencapai 167 ribu, sedangkan untuk hari ini sampai pukul 12.00 WIB hanya 58 ribu," katanya.
"Angka kemarin itu fantastis sekali, sangat jauh berbeda dengan tahun kemarin yang mencapai 136 ribu pengunjung," jelasnya.
Dengan tingginya angka pengunjung Ragunan ini, Bambang berharap tingkat kesadaran para pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan semakin tinggi pula. Karena tanpa kesadaran bersama, Ragunan yang ramah lingkungan akan sulit tercapai.
"Sejak tahun 2009 kita sudah menggalakkan Ragunan yang ramah lingkungan. Maka kita sangat mengimbau tegas para pengunjung untuk tidak membawa makanan yang berkemasan styrofoam karena itu kemasan yang paling sulit didaur ulang," imbuh Bambang.
Pihak Ragunan sendiri lanjut Bambang juga sudah menginformasikan perihal tersebut melalui brosur-brosur. Maka itu dia meminta pengunjung lebih peka terhadap aturan yang diterapkan.
"Kita meminta kepada pengunjung untuk tidak meninggalkan sampah di setiap tempat yang duduki, karena kita telah menyiapkan tempat sampah tiap 10 meter. Tanpa kesadaran kolektif dari masyarakat itu aturan-aturan itu tidak akan ada artinya," tegasnya.
(lia/fay)










































