Banjir terparah dalam sejarah Australia ini membuat liburan Tahun Baru warga Queensland berantakan. Seperti dilansir Reuters, Minggu (2/1/2011), Bendahara Negara Bagian Queensland, Andrew Fraser menyebutkan, "Bencana ini sebanding dengan bencana dalam kisah Injil." Dia mengatakan untuk pemulihan nantinya, butuh biaya 1 miliar dollar Australia atau Rp 9,6 triliun.
Kota Rockhampton yang berjarak 600 km di utara Brisbane dan dihuni 77.000 orang, terputus dengan daerah lain. BMKG Australia mengatakan 40 Persen kawasan huniandi Rockhampton diprediksi akan terendam banjir sedalam 9 meter pada Senin (3/1/2011) besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walikota Rockhamptoon, Brad Carter mengatakan air banjir naik lebih cepat dari perkiraan, sudah mencapai 8 meter di sejumlah titik. Pemkot berjibaku memasang karung pasir sebagai tanggul.
Dari pantauan helikopter, lahan pertanian di Queensland rusak. Yang tersisa hanyalah atap rumah ataupun rambu lalu lintas. Ribuan orang mengungsi karena lusinan kota sudah kebanjiran. Pesawat militer pun disiagakan untuk evakuasi.
(fay/mad)











































