Imbauan ini mungkin terdengar klise. Namun, apa yang terjadi usai malam Tahun Baru pada 31 Desember 2010 lalu jelas menimbulkan dampak tersendiri bagi kondisi lingkungan DKI Jakarta. Data Pemprov DKI menyebutkan, sedikitnya 1.916 meter kubik sampah harus diangkut petugas kebersihan. Padahal, tahun sebelumnya, jumlah sampah yang bertebaran hanya 1.100 meter kubik.
Kondisi ini, menurut peneliti Walhi DKI Jakarta, Ubaidillah, gas metan pada sampah bisa mendorong pemanasan global. Jika tidak dikelola dengan baik, hal itu akan menimbulkan permasalahan seperti banjir dan pencemaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ubai, begitu ia biasa disapa, mengingatkan bahwa Gubernur DKI Fauzi Bowo pernah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon hingga 30 persen. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan masalah sampah.
Tidak hanya itu, dia juga menyarankan agar antisipasi terus dilakukan oleh Pemprov DKI sebelum menggelar acara Tahun Baru. Masyarakat harus terus diajak agar sadar membuang sampah pada tempatnya dan ikut berpartisipasi dalam mencegah timbunan sampah.
"Masyarakat juga bisa ikut dan ada yang berpartisipasi untuk mau menjadi pasukan semut supaya membersihkan sisa-sisa pesta," sambungnya.
"Sudah saatnya membuat acara Tahun Baru yang lebih ramah lingkungan dan bebas sampah," tutupnya.
(mad/fay)










































