Seperti nampak di seputaran segi tiga emas Jakarta. Meski jumlah tukang ojek sudah berkurang, tapi calon penumpangpun nyaris tidak ada.
"Biasanya yang mangkal 20 motor. Sekarang 5 motor. Tapi dari pagi baru narik 1. 4 Masih kosong," kata Warto, (31) tukang ojek yang mangkal di Karet Kuningan, Jakarta Pusat kepada detikcom, Sabtu, (1/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana lengang juga nampak di Terminal Pasar Senen. Selain jumlah armada berkurang tapi jumlah penumpangpun ikut berkurang. "Dari pagi sudah dua rit Senen-Lebak Bulus. Tapi penumpang sepi banget," kata Coyon (21), sopir Kopaja P 20 jurusan Pasar Senen-Lebak Bulus, kepada detikcom di Pasar Senen.
Namun hal ini kontras dengan bus Trans Jakarta. Halte-halte utama koridor yang mengarah tempat wisata dipadati warga Jakarta. Seperti arah Kampung Rambutan dan Ancol. Mereka antre hingga puluhan meter serta beberapa anak kecil tampak digendong orang tuanya karena lelah menunggu busway.
"Mau ke Kebon Binatang Ragunan. Wisata murah meriah," kata Sri (31) warga Pulogadung yang sedang menunggu Bus Trans Jakarta di halte Dukuh Atas.
(asp/gah)










































