Awal Tahun Baru, Tukang Ojek Dan Angkutan Umum Paceklik

Awal Tahun Baru, Tukang Ojek Dan Angkutan Umum Paceklik

- detikNews
Sabtu, 01 Jan 2011 11:32 WIB
Awal Tahun Baru, Tukang Ojek Dan Angkutan Umum Paceklik
Jakarta - Hari pertama 2011, seluruh Jakarta lengang. Denyut bisnis Jakarta nyaris senyap. Alhasil, imbasna dirasakan oleh tukang ojek dan angkutan umum di titik-titik keramaian Jakarta. 

Seperti nampak di seputaran segi tiga emas Jakarta. Meski jumlah tukang ojek sudah berkurang, tapi calon penumpangpun nyaris tidak ada.

"Biasanya yang mangkal 20 motor. Sekarang 5 motor. Tapi dari pagi baru narik 1. 4 Masih kosong," kata Warto, (31) tukang ojek yang mangkal di Karet Kuningan, Jakarta Pusat kepada detikcom, Sabtu, (1/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dihari libur, Warto dan teman-temannya biasanya mengaku masing-masing sudah dapat membawa 1 penumpang. Tapi ini tidak berlaku di hari libur awal tahun. "Dari tahun ke tahun seperti ini. Ya karena anak-istri perlu dikasih makan terpaksa narik juga," jelas Warto.

Suasana lengang juga nampak di Terminal Pasar Senen. Selain jumlah armada berkurang tapi jumlah penumpangpun ikut berkurang. "Dari pagi sudah dua rit Senen-Lebak Bulus. Tapi penumpang sepi banget," kata Coyon (21), sopir Kopaja P 20 jurusan Pasar Senen-Lebak Bulus, kepada detikcom di Pasar Senen.

Namun hal ini kontras dengan bus Trans Jakarta. Halte-halte utama koridor yang mengarah tempat wisata dipadati warga Jakarta. Seperti arah Kampung Rambutan dan Ancol. Mereka antre hingga puluhan meter serta beberapa anak kecil tampak digendong orang tuanya karena lelah menunggu busway.

"Mau ke Kebon Binatang Ragunan. Wisata murah meriah," kata Sri (31) warga Pulogadung yang sedang menunggu Bus Trans Jakarta di halte Dukuh Atas. 



(asp/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini