Suasana ini terasa di kawasan Tosari hingga Bendungan Hilir, di ruas Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (31/12/2010). Ribuan orang yang mayoritas adalah pengendara sepeda motor, memilih parkir di sisi jalan untuk menikmati suasana tahun baru di situ.
"Mau ke HI macetnya parah banget, apalagi ke Monas. Sudah di sini aja tahun barunya," ujar Wiwid, salah seorang pengendara sepeda motor yang memutuskan berhenti di Tosari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian juga halnya Arum. Bersama beberapa teman sekolahnya, remaja putri dari Kalideres itu juga terlihat menikmati kemeriahan malam pergantian tahun di dekat halte busway Bendungan Hilir.
Tetapi tidak beroperasinya bus TransJakarta, tak urung membuatnya cemas. Maklum saja, rombongan kecil yang berangkat sore tadi dari Kalideres dengan menumpang TransJakarta itu kurang akrab dengan moda transportasi umum lainnya.
"Nanti pulang pakai bis yang jalur mana ya? Bingung gak ada busway. Naik taxi mahal, tapi gimana lagi?" keluh Arum tapi tetap tertawa riang.
Antrian kendaraan bermotor yang beringsut menembus kemacetan lalu lintas menuju arah Bundaran HI, terpantau hampir mencapai 2 kilometer panjangnya. Selain asap buangan knalpot, bau karet kampas kopling yang terbakar menambah pengap udara.
Namun tetap saja, di dalam mobil-mobil itu terlihat wajah-wajah riang. Bunyi lengkingan terompet terdengar sambung menyambung di sela ledakan petasan dan kembang api.
(lh/fiq)










































