Dilarang Polisi, Limbad Lanjutkan Tarik Truk Secara Simbolik

Dilarang Polisi, Limbad Lanjutkan Tarik Truk Secara Simbolik

- detikNews
Jumat, 31 Des 2010 13:55 WIB
 Dilarang Polisi, Limbad Lanjutkan Tarik Truk Secara Simbolik
Jakarta - Pihak RCTI akhirnya mengalah dan tidak melanjutkan aksi Limbad untuk menarik truk seberat 8 ton dari Museum Nasional Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Aksi akan dilanjutkan secara simbolik dan setelah itu truk akan disopiri oleh kru RCTI.

"Kami berterima kasih pada polisi dan msyarakat yang antusias dan mendukung acara ini. Namun demi kenyamanan pengguna jalan, maka acara dilanjutkan tapi hanya secara simbolik," ujar Manajer Operasional Departemen Produksi RCTI Untung Pranoto di Museum Nasional, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (31/12/2010).

Menurut Untung, Limbad hanya akan menarik truk dari pintu gerbang masuk Museum Nasional menuju pintu utama Museum Nasional sekitar 20 meter. Setelah itu truk akan dikemudikan kru RCTI dan akan dilanjutkan lagi dari depan gedung RCTI di Kebon Jeruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi hanya untuk action camera saja," imbuh dia.

Pantauan detikcom, puluhan warga masih berada di sekitar Museum Nasional. Limbad terlihat sedang istirahat.

Limbad beraksi untuk acara mahakarya publicity and stunt Limbad yang diadakan oleh RCTI bertajuk 'Truck-a-Thon'. Aksinya tersebut dimulai dari pintu satu Stadion Gelora Bung Karno. Dalam aksinya menarik truk seberat 8 ton tersebut ternyata menyebabkan kemacetan panjang di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin. Polisi pun melarang aksi Limbad tersebut.                    

Untung membenarkan Limbad sempat pingsan dalam melakukan aksinya itu. Hal ini karena Limbad dehidrasi.

"Limbad sempat pingsan itu karena dehidrasi. Jalanan panas dan menanjak di Dukuh Atas setelah itu Limbad melanjutkan lagi," kata Untung. (nik/fay)


Berita Terkait