Ical dan Anas Tak Sepopuler Hatta Rajasa

Ical dan Anas Tak Sepopuler Hatta Rajasa

- detikNews
Selasa, 28 Des 2010 22:35 WIB
Jakarta - Sejumlah tokoh politik terhitung sering mendapat perhatian media massa nasional pada akhir tahun inim Popularitas mereka bisa terus menanjak hingga memperbesar peluang jadi Capres 2014.

Berdasar hasil survey Developing Countries Studies Centre (DCSC) Indonesia, ada empat politisi yang mendominasi pemberitaan 2010. Mereka adalah Hatta Rajasa (PAN), Aburizal Bakrie (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB) dan Anas Urbaningrum (PD).

"Survei ini dilakukan untuk melihat nama-nama tokoh yang dianggap mempunyai peluang maju dalam pencalonan presiden 2014," kata Zainal Budiyono, direktur eksekutif DCSC Indonesia, melalui surat elektronik, Selasa (28/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survey dilakukan terhadap 1.185 berita politik yang muncul di tujuh surat kabar nasional terbitan pada 18 Oktober–18 Desember 2010. Periode itu dipilih sebab suhu politik nasional relatif stabil bila dibanding awal dan pertengahan tahun ini, maka cukup fair untuk menilai paparan media massa terhadap politisi.

"Hatta Rajasa ditempatkan media dengan porsi terbanyak, 24.6%. Dia disusul Aburizal Bakrie (21.2%), Muhaimin Iskandar, (17.0%) lalu Anas Urbaningrum (16,7%)," papar Zainal.

Dia membenarkan pelaksanaan tahapan pemilu masih jauh. Tapi peluang tokoh partai politik untuk berlaga pada Pilpres 2014 justru sudah sejak dini dibangun oleh para bakal calon kontestannya.

"Pemilu adalah proses demokrasi yang tidak instan, kemunculan capres pun demikian. Dia tidak muncul tiba-tiba layaknya, semua perlu proses cukup panjang," jelas Zainal.

Lalu mengapa hanya ketua umum parpol yang disurvey? Semua dari parpol koalisi pula. Bagaimana dengan Wiranto dan Megawati?

"Kami mengacu pada UU Pemilu, di mana calon Presiden harus diajukan oleh partai politik yang memenuhi electoral  threshold. Melihat pola dua pilpres terakhir, kecuali SBY, seluruh kontestannya adalah ketua umum parpol besar," jawab Zainal.

"Totalnya ada 10 orang yang kami jadikan obyek suvey. Megawati, Wiranto dan Prabowo yang bertarung di Pemilu 2009, berada di peringkat enam, tujuh dan delapann" sambungnya.

(ddt/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads