Berdasar hasil survey Developing Countries Studies Centre (DCSC) Indonesia, ada empat politisi yang mendominasi pemberitaan 2010. Mereka adalah Hatta Rajasa (PAN), Aburizal Bakrie (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB) dan Anas Urbaningrum (PD).
"Survei ini dilakukan untuk melihat nama-nama tokoh yang dianggap mempunyai peluang maju dalam pencalonan presiden 2014," kata Zainal Budiyono, direktur eksekutif DCSC Indonesia, melalui surat elektronik, Selasa (28/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hatta Rajasa ditempatkan media dengan porsi terbanyak, 24.6%. Dia disusul Aburizal Bakrie (21.2%), Muhaimin Iskandar, (17.0%) lalu Anas Urbaningrum (16,7%)," papar Zainal.
Dia membenarkan pelaksanaan tahapan pemilu masih jauh. Tapi peluang tokoh partai politik untuk berlaga pada Pilpres 2014 justru sudah sejak dini dibangun oleh para bakal calon kontestannya.
"Pemilu adalah proses demokrasi yang tidak instan, kemunculan capres pun demikian. Dia tidak muncul tiba-tiba layaknya, semua perlu proses cukup panjang," jelas Zainal.
Lalu mengapa hanya ketua umum parpol yang disurvey? Semua dari parpol koalisi pula. Bagaimana dengan Wiranto dan Megawati?
"Kami mengacu pada UU Pemilu, di mana calon Presiden harus diajukan oleh partai politik yang memenuhi electoral threshold. Melihat pola dua pilpres terakhir, kecuali SBY, seluruh kontestannya adalah ketua umum parpol besar," jawab Zainal.
"Totalnya ada 10 orang yang kami jadikan obyek suvey. Megawati, Wiranto dan Prabowo yang bertarung di Pemilu 2009, berada di peringkat enam, tujuh dan delapann" sambungnya.
(ddt/lrn)











































