"Kalau mengenai Bang Ical kita tidak memandang sebelah mata, tapi apapun rakyat sangat mengingat rekam jejak yang kurang baik. Misalnya mengenai lumpur Lapindo yang sampai sekarang rakyat di sana masih menderita," ujar Ruhut, kepada detikcom, Jumat (31/12/2010).
Selain itu, Ruhut menambahkan, rakyat juga akan mengingat kasus pajak sejumlah perusahaan milik Ical. Menurut Ruhut, kasus pajak saat ini sangat menyakiti hati rakyat Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, imbuh Ruhut, Ical sudah dianggap publik ada di belakang kekalahan Timnas sepakbola Indonesia di leg pertama final piala AFF. Karena itulah akhirnya kemenangan Indonesia atas Malaysia 2-1 menjadi tidak ada artinya.
"Dan yang paling tidak dilupakan rakyat adalah peristiwa kekalahan garuda di dadaku yakni pemain Timnas sepakbola yang seandainya Golkar tidak takabur kita masih bisa juara," keluhnya.
Jejak rekam Ical ini, menurut Ruhut, berseberangan dengan jejak rekam Ani Yudhoyono yang nyaris sempurna di matanya. Oleh karenanya kans Ical menjadi Presiden lebih kecil dari Ani Yudhoyono.
"Jelas akan lebih kuat Ibu Ani, pada tahun 2004 Ibu Ani itu salah satu Ketua PD dan Ibu Ani selalu ikut Pak SBY kemana-mana. Jangan lupa Ibu Ani adalah putri dari tokoh nasional Bapak Sarwo Edhie Wibowo, dimana Ibu Ani sejak gadisnya sudah aktif mendampingi ayahnya. Makanya sudah jelas pooling LSI Bu Ani yang tertinggi setelah Pak SBY," tandasnya.
Sebelumnya partai Golkar menganggap Ani Yudhoyono bukan capres yang perlu ditakuti di pilpres 2014. Golkar menilai rakyat yang kecewa dengan pemerintahan SBY tidak akan memilih capres dari PD.
(van/nvc)










































