"Mayat ditemukan pukul 09.00 WIB oleh Polair saat sedang berpatroli dengan kapal 302," kata komandan kapal, Bripka Parwata di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (30/12/2010).
Parwata mengatakan, korban diduga dibunuh karena kondisi leher mayat saat ditemukan sudah terikat tali nilon. Tali nilon ini terhubung dengan bandul pemberat di bawah laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Parwata, awalnya pihaknya mengira mayat tersebut sampah. Namun setelah didekati ternyata sesosok tubuh laki-laki yang sudah tak bernyawa.
"Lalu kami putuskan untuk membawanya ke Pantai Marina untuk dievakuasi," jelasnya.
Ciri-ciri mayat tersebut yakni tinggi badan kurang lebih 160 cm, mengenakan jaket biru tanpa baju dan celana panjang abu-abu. Sedangkan untuk kulit mayat sudah mulai terkelupas dan membusuk.
"Diduga korban sudah tewas sekitar 10-15 hari yang lalu," ungkapnya.
(gus/fay)











































