Seperti dilansir Reuters, Kamis (30/12/2010) para penumpang memukuli karyawan maskapai Aeroflot di Bandara Sheremetyevo. Ribuan penumpang terlantar tanpa makanan atau informasi, setelah hujan es dan mati lampu melumpuhkan bandara selama 3 hari.
"Kita harus meminta rekan-rekan kita kembali dari liburan. Tidak ada liburan sejak sekarang. Semua harus tetap bekerja," kata Putin dalam rapat dengan para pejabatnya dan operator bandara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mati listrik juga terjadi di bandara terbesar Moskow, Domodedovo, untuk yang kedua kalinya tahun ini. Operator bandara pun dikecam karena tidak bisa mengatasi masalah ini.
Putin yang dianggap sebagai pengambil kebijakan puncak, kerap membuat pernyataan tegas setelah insiden besar terjadi. Sebagian kalangan menilai Putin memang membuat pencitraan menjelang pemilu.
"Domodedovo mati listrik tapi orang-orang terus berdatangan. Tidak ada peringatan," kata Putin.
Sekitar 48.000 orang di Moskow terpaksa hidup tanpa listrik sejak Rabu kemarin. Hujan salju yang membekukan menutup kabel dan pohon dengan es tebal.
"Tidak ada perkembangan dalam kondisi cuaca yang bisa diharapkan," kata Putin.
Putin memperingatkan pejabatnya, jika listrik terlambat disambung, mesin pemanas di kawasan pemukiman akan membeku. "Tugas kita untuk tidak membiarkan situasi ini menjadi bencana," kata Putin dalam perintah kepada Menteri Dalam Negerinya.
(fay/nvt)










































