Pemerintah Kuba berusaha menghemat pengeluaran negara dengan memotong subsidi produk makanan dan konsumsi untuk rakyat pada barang sabun, pasta gigi dan deterjen. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (30/12/2010).Β
Jatah bulanan yang disebut Libreta ini akan mulai dipangkas pada 1 Januari 2011, demikian yang dilansir media pemerintah Official Gazette. Produk sabun dan pasta gigi itu nantinya akan dijual 25 peso, beberapa kali lipat lebih mahal dari harga subsidinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah komunis di Kuba, sebelumnya juga sudah memangkas subsidi kentang dan rokok. Padahal aslinya, subsidi ini adalah kebijakan mantan Presiden Kuba Fidel Castro sejak 1959, agar rakyat Kuba tidak kelaparan karena embargo perdagangan dari AS.
Kuba kini dipimpin adik Castro yaitu Raul Castro. Namun, Raul berencana memangkas pengeluaran negara dan memaksa rakyat Kuba membayar sendiri kebutuhan hidup mereka. Raul berjanji kalau kesehatan dan pendidikan tetap digratiskan.
"Subsidi berlebihan dinilai membuat rakyat malas dan produktivitas mereka rendah, yang harus dibalikkan agar Kuba bisa keluar dari masalah ekonomi kronis," kata Castro.
Castro juga akan mem-PHK 500.000 pegawai pemerintah dalam beberapa bulan ke depan. Namun dia akan mendorong perkembangan sektor swasta. Partai Komunis Kuba akan mengesahkan kebijakan ini bulan April 2011.
(fay/asy)











































