"Semua orang juga sudah tahu. Itu menekankan pada parpol dan orang-orang tertentu," ujar Slamet dalam diskusi refleksi akhir tahun di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Rabu (29/12/2010).
Slamet mengeluhkan ketidaknetralan ini. Menurutnya, hanya TVRI yang warta beritanya belum bisa dibeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet menambahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu menjadikan TVRI sebagai TV Pemilu 2014 nanti. Hal ini dimaksudkan agar ada pemberitaan yang berimbang soal semua parpol.
"Jadi jangan sampai parpol ini tayang terus. Tapi, parpol lain tidak pernah ditayangkan," kata Slamet.
Dia yakin TVRI tidak akan menjadi corong pemerintah lagi dan bisa netral dalam politik. "Tidak akan. TVRI itu TV publik, bukan TV pemerintah," kata dia.
(rdf/aan)











































