"Tidak ada perintah tembak di tempat. Tembak di tempat itu diskresi yang diberikan kepada anggota saya yang punya tanggung jawab memegang senjata," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman usai jumpa pers Evaluasi Akhir Tahun Kinerja Polri 2010 di Rupatama, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (29/10/2010).
Menurut Sutarman, polisi berusaha agar psikologi suporter tetap tenang, aman dan kondusif sehingga pertandingan berjalan lancar. Upaya-upaya meredakan dan mengendalikan situasi rusuh dimungkinkan dengan cara menembak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutarman mengimbau agar suporter tetap berlaku sopan dan tertib baik sebelum saat hingga setelah pertandingan. Ketertiban tentu akan membawa nama baik Indonesia.
"Karena yang diperlukan untuk melindungi masyarakat jangan sampe jadi korban," tegasnya.
Dalam pengamanan ini, Polri mengerahkan 9 ribu personel yang disebar di dalam dan di luar GBK. Polisi juga menggunakan anjing yang khusus untuk menghadapai massa anarkis, serta juga ada petugas bersenjata lengkap.
(ape/ndr)











































