"Kita akan rentangkan tangan, buka pintu selebar-lebarnya untuk Kharisma Safiri, untuk meneruskan kuliahnya di UI," kata Humas UI Devie Rahmawati saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/12/2010).
Devie mengatakan, setiap orang memiliki masalah. Karena itu, pihak UI tidak ingin, persoalan yang sedang dialami mahasiswi Jurusan Biologi, Fakultas MIPA itu akan membuat masa depannya berantakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Devie mengatakan, kampus UI tentu memiliki mekanisme sendiri untuk persoalan UAS yang telah ditinggalkan Safiri demi mengejar kakasihnya yang tinggal di Balikpapan, Kalimantan. Safiri bisa saja diberi kesempatan untuk mengulang.
"Nanti tergantung jurusannya dan juga dosen-dosennya. Tapi yang jelas, kita ada mekanisme untuk mengatur itu," kata Devie.
Sebelumnya polisi telah menemukan lokasi Safiri saat ini. Polisi juga telah memastikan tidak ada tindak pidana atas hilangnya Safiri selama ini. Dari penyelidikan polisi, Safiri sengaja terbang ke Kalimantan untuk menemui pacarnya.
Polisi belum bisa menjerat pacar Safiri karena belum ditemukan unsur pidana. Hingga saat ini, polisi masih menganggap persoalan Safiri adalah masalah internal keluarga.
Safiri diketahui meninggalkan kos-kosannya di kawasan Kukusan, Depok, Jawa Barat, sejak 16 Desember. Teman-teman kosnya kebingungan mencari gadis berambut lurus panjang itu. Keluarganya yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur, juga kalang kabut. Mereka pun melaporkan kasus ini ke Polres Depok. (ken/fay)











































