Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada menghadapi fenomena alam ini. "Kalau untuk hujannya sendiri masih akan lama, karena sekarang memang musim hujan. Namun, angin kencang diperkirakan masih akan bertiup hingga dua hari ke depan," kata seorang prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kepada detikcom, Rabu (29/12/2010).
Menurutnya, angin kencang terjadi karena adanya tekanan rendah yang berpusat di selatan wilayah Indonesia. Tekanan rendah itu terbentuk karena pemanasan udara di lokasi tersebut yang disebabkan karena letak matahari di selatan garis khatulistiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tekanan udara itu kekuatannya berfluktuasi. Kalau rendah sekali angin akan sangat kencang. Tapi kalau tidak, angin juga tidak akan terlalu kencang," katanya.
Selain angin di selatan, lanjut prakirawan tersebut, terbentuk pula pusaran atau konvergensi angin di atas Laut Jawa. Peristiwa itu menyebabkan percepatan pertumbuhan awan yang mengandung hujan.
"Keadaan ini tidak hanya terjadi di Jakarta saja, tapi di beberapa wilayah di Indonsia. Antara lain di Nusa Tenggara Timur, Sumatera bagian utara, dan Maluku," tutupnya. (irw/fay)











































