"SBY seharusnya sudah memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan terjadinya pembelotan sejak awal," kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/12/2010).
Arie mengatakan, koalisi yang hanya didasarkan kepentingan pragmatis yakni pembagian posisi di kabinet pasti menyebabkan keputusan yang tidak bulat. Belum lagi di tubuh parpol anggota koalisi juga terjadi faksionalisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi, lanjut Arie, pola komunikasi politik di dalam Sekretariat Gabungan Partai Koalisi juga bermasalah. Seperti dikeluhkan PKS, Setgab hanya didominasi oleh Partai Demokrat dan Partai Golkar.
Dia menjelaskan, hasrat saling mendominasi di Setgab itu dikarenakan adanya pertarungan kepentingan menuju 2014.
"Aburizal Bakrie (Ketua Umum Golkar-red) ingin sekali dominan karena punya kepentingan investasi pencapresan di 2014. Belum lagi Demokorat dan Golkar yang menginginkan parliamentary threshold tinggi, juga bakal jadi bargaining buat partai menengah di Setgab," kata Arie.
(lrn/ddt)











































