"Itu oleh Pemprov. Kita selalu meminta Pemprov Jabar agar selalu dirawat. Ini karena makamnya dekat rumah jadi susah," kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes dalam jumpa pers di Kantor PSSI, di Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (28/12/2010).
Dia menjelaskan, lokasi makam Soeratin memang menjadi dilema. Posisinya berada di pojok, berdekatan dengan rumah warga.
"Jadi agak sulit juga. Kadang dipakai jemuran oleh warga," tambahnya.
PSSI tidak melupakan Soeratin. Pihaknya selalu menggelar acara ziarah pada 19 April saat PSSI berulang tahun, untuk menghormati Soeratin.
"Kita selalu datang karena itu monumental, sebagai tokoh sepakbola nasional," tutupnya.
Makam Soeratin ini sangat memprihatinkan. Makam seorang tokoh dalam persepakbolaan Indonesia ini sudah tidak pantas untuk dilihat. Selain pagar, batu nisan di makam Soeratin juga sudah seharusnya diganti. Tidak hanya itu saja, tulisan yang berada di batu nisan juga sudah mulai pudar dan nyaris tidak terlihat.
Sebelumnya, seorang cucu Soeratin mengaku bahwa makam kakeknya di Sirnaraga, Bandung hancur. Perawatan makam itu sudah diserahkan ke PSSI. Namun, menurut Wuly, tidak ada perhatian dari PSSI untuk merawat makam tersebut.
(ndr/fay)











































