Menakar Keseriusan Kiai PKB dan PKNU Hijrah ke PPP

Menakar Keseriusan Kiai PKB dan PKNU Hijrah ke PPP

- detikNews
Selasa, 28 Des 2010 15:34 WIB
Kediri - Sekitar 30 kiai penggagas berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan deklarator Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Sabtu (25/12/2010) lalu secara resmi menyatakan kembali ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Banyak suara sumbang mengiringi langkah tersebut, beberapa di antaranya meragukan keseriusannya.

M, orang yang dekat dengan keluarga Pondok Pesantren Lirboyo, lokasi pendeklarasian keputusan kembali ke PPP oleh puluhan kiai adalah salah satu pihak yang menyuarakan keraguan. Dia mengaku memiliki sejumlah alasan atas keraguannya tersebut, diantaranya kehadiaran sejumlah kiai yang sama dalam Muktamar PKB Gus Dur ke III di Surabaya.

"Tidak perlu saya sebut nama, tapi ada dan semua bisa melihat. Fotonya juga masuk di beberapa koran, Sabtu dia ikut di dalem Gus Idris, Minggu datang di acaranya Yenny (Wahid)," kata M saat berbincang dengan detikcom, Selasa (28/12/2010).

Kehadiran sejumlah kiai deklarator pengembalian diri ke PPP dalam acara Muktamar PKB Gus Dur ke III, oleh M dianggap sebagai ungkapan sikap plin-plan. Dia khawatir sikap tersebut akan memicu munculnya penilaian miring masyarakat ke kiai.

Sementara Wakil Gubernur Jatim Saifulloh Yusuf yang dikenal dekat di kalangan kiai, enggan memberikan komentarnya terkait kepindahan ke PPP tersebut. Meski demikian dia menganggap keputusan itu bersifat sementara, sebagai imbas terjadinya kemelut di internal PKB dan tidak tersalurkannya aspirasi secara maksimal di PKNU.

"Bisa jadi kalau kondisinya terus memburuk, sikap yang lebih ekstrem diambil para kiai," ungkap Gus Ipul, sapaan akrab Saifulloh Yusuf tanpa menjelaskan sikap ekstrem yang dimaksudnya.

Sebelumnya, sekitar 30 kiai dari sejumlah pesantren di Jawa Timur menanda tangani surat pernyataan kembali ke PPP, setelah sebelumnya dikenal sebagai deklarator pendirian PKNU.

Acara yang bertempat di kediaman pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Achmad Idris Marzuki tersebut diantaranya dihadiri oleh KH M Anwar Manshur (PP Lirboyo), KH Imam Yahya Mahrus (PP Lirboyo), KH Huda Jazuli (PP Ploso, Kediri), KH Zainudin Jazuli (Mustasyar DPP PKB), KH Miftakhul Akhyar (Ro'is Syuriah PWNU Jatim), KH Mujib Imron (anggota DPD RI 2004-2009), KH Kafabihi Mahrus (PP Lirboyo), KH Anwar Iskandar (PP Jamsaren, Kediri), KH Mas Subadar (KH RU Besuk Pasuruan), KH Zaini Sholeh (Sampang), KH Mas Mansur (PP Sidoresmo, Surabaya), KH Mutawakkil 'Alallah (Ketua PWNU Jatim), KH Nuruddin (PP Nurul Qodim, Probolinggo, Dewan Syuro DPW PKNU Jatim), KH Masbuchin Faqih (PP Suci Gresik), KH Abdulloh (PP Langitan, Tuban), KH Baidlowi (PP Berasan, Banyuwangi), KH Abd Ghaffar (Pamekasan), KH Ardani(Blitar), KH Arsyad (Tulungagung), KH Irvan Yusuf (PP Tebuireng), KH Mas Fuad (PP Sidogiri, Pasuruan), KH Jiryan Hasbulloh (Joresan, Ponorogo), KH Hisyam Syafa'at (Blokagung, Banyuwangi), dan KH Nur Khozin (Malang).

(bdh/nwk)


Berita Terkait