koalisi. Ia pun meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mereshuffle menteri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena dianggap genit dan terus mengkritik pemerintah.
"Memang perlu shock therapy untuk soliditas koalisi. Kita menghormati hak prerogatif Presiden, tapi dengan berat hati sebaiknya kader parpol yang genit di pemerintahan ditarik. Saya mohon SBY menarik mereka dari kabinet, khusus untuk PKS saya minta bedol desa agar ditarik semuanya," pinta Ruhut.
Hal ini disampaikan kepada detikcom, Selasa (28/12/2010). Ruhut menyampaikan permintaannya karena merasa PKS sudah terlalu banyak mengeluarkan pernyataan yang tidak produktif terhadap kelangsungan koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti PKS akan seperti anak ayam kehilangan induknya, nggak akan genit-genit lagi, dan koalisi akan semakin efektif," ujar Ruhut.
Ruhut sebenarnya memahami koalisi terkesan rapuh karena statement keras pengurus DPP saja. Menurutnya, semua jajaran petinggi parpol koalisi semuanya baik-baik saja.
"Hubungan Ketua Dewan Pembina kami dengan Ketum partai koalisi sangat baik. Jada saya rasa yang pro dan kontra akhir-akhir ini karena kadernya genit. Ketum partai harusnya memperingatkan anak buahnya," papar Ruhut.
Sebelumnya diberitakan anggota Dewan Pembina PD, Ahmad Mubarok, mengungkapkan bahwa Presiden SBY kurang nyaman dengan koalisi yang tidak solid. Menurut Mubarok, koalisi yang sedang dibangun adalah koalisi pragmatis yang disesuaikan dengan kepentingan masing-masing partai koalisi.
(van/nwk)











































