Pengamatan detikcom, Selasa (28/12/2010), pengendara motor itu konvoi lengkap dengan atribut kaos merah putih, syal, dan topi merah putih.
Ada yang berkendara sendirian dan ada juga yang berboncengan.
Pengendara memasang poster ukuran 1x1 meter bertuliskan "Laser No, Anarchist Yes" dan "We are anarchist, but we are not cheating."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teriakan pengendara motor itu sontak membuat suporter Timnas yang mengantre mengalihkan perhatian mereka.
"Huuu....," balas ratusan suporter yang antre sambil bertepuk tangan.
Aparat Kepolisian yang berjaga-jaga tidak bereaksi melihat ulah para pengendara motor tersebut.
"Suporter Malaysia kemarin memang konyol. menggunakan laser untuk mengganggu konsentrasi pemain. Kalau kita tidak akan meniru hal itu. Kita akan tujukkan kepada Malaysia, kalau supoter Indonesia sportif," kata seorang suporter Timnas, kata Wawan (21).
Hal senada disampaikan Vega. "Kita memberi dukungan pada Timnas secara sportif seperti nyanyi untuk membangkitkan semangat pemain dan tidak akan menggunakan laser karena itu suatu tindakan curang," kata Vega.
Antrean penukaran tiket berlangsung tertib. Puluhan aparat Brimob bersenjata berjaga-jaga di lokasi.
(aan/fay)











































