"Wajar kalau menjelang pilpres nanti lebih mengerucut pada pilihan parpol untuk bersinergi strategis. Sekarang belum berpikir jauh karena partai sedang tahap konsolidasi dan persiapan pemilu legislatif," ujar Tjahjo kepada detikcom, Selasa (28/12/2010).
Hal ini disampaikan Tjahjo menanggapi keinginan serius PD untuk meningkatkan hubungan politik yang lebih baik dengan PDIP. Diharapkan kedua parpol dapat mengajukan satu capres dalam Pemilu 2014 nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PDIP membangun komunikasi politik dengan semua partai politik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah dan juga di fraksi-fraksi DPR, soal ada yang intensif dari kaca mata memandangnya saja," ujar Tjahjo.
Namun demikian, Tjahjo tidak menutup peluang komunikasi politik dengan satu parpol saja. Menurutnya, berbeda visi sekalipun, parpol tetap bisa sejalan dalam Pemilu 2014 nanti.
"Membangun komunikasi politik penting walau kepentingan dan visi politiknya mungkin berbeda," tandasnya.
Sebelumnya politisi Senior PD, Taufiq Kiemas, menurutkan rencana PDIP merangkul PD menghadapi Pemilu 2014. Hal tersebut disambut positif oleh Wasekjen PD, Saan Mustopa, dengan menawarkan komunikasi politik yang lebih baik antar kedua parpol.
(van/nwk)











































