"Kami sepakat bagi siapa pun yang memberikan apresiasi terhadap Gus Dur," ujar Wakil Ketua DPW PKB Jatim Masud Adnan kepada wartawan di kantor PKB Jatim Jalan Ketintang Madya, Senin (27/12/2010).
Masud mengatakan, siapa pun, dari mana pun, golongan apapun, agama apa pun, yang ingin memberikan penghormatan, penghargaan terhadap Gus Dur pasti akan didukungnya. Namun, pihaknya menegaskan tidak akan pernah mengakui PKB Yenny Wahid hasil Muktamar III yang digelar di Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, jika PKB hasil Muktamar Surabaya memberikan gelar Gus Dur, menurutnya itu sah-sah saja.
"Saya tegaskan, mereka bukan masuk struktur kita, tapi kita anggap mereka itu tetangga kita. Kalau mereka mau memberikan penghormatan ke Gus Dur ya monggo," jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum PKB Yenny Wahid memberikan gelar Ketua Dewan Syuro Akbar, PKB Muhaimin Iskandar sudah memberikan gelar kepada Gus Dur yang juga mantan Presiden ke-4 RI, sebagai Guru Besar Bangsa.
"Kita memberikan gelar ke beliau lebih dulu. Karena pemikiran beliau yang bisa diaplikasikan untuk umat," terangnya.
(ape/ape)










































