"Ah itu peanut (kacang-red), nanti saya dituduh membelokkan kasus lagi," kata Mahfud saat ditemui wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (27/12/2010). Mahfud hanya tersenyum saat wartawan mendesaknya agar mau mengatakan siapa orang itu.
Mahfud mengatakan, siapa orang itu sangat tidak penting. Karena selama ini, tidak ada orang yang bisa mempengaruhi independensi MK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski enggan terbuka soal penekannya, Mahfud meyakinkan bahwa peristiwa itu memang benar-benar terjadi. Saat itu, si orang misterius itu mengancam akan membongkar kasus yang melibatkan MK.
Namun ancaman itu tidak mempan untuk Mahfud. "Itu soal kecil. Saya diancam, dia akan membongkar kasus. Kalau ancam saya, saya keplok kepalanya," kata Mahfud tertawa.
Dalam diskusi Evaluasi Kinerja Satgas di Istana Bogor beberapa waktu lalu, Mahfud mengatakan didatangi oleh seseorang yang minta supaya MK menyatakan Jaksa Agung sah sampai akhir masa jabatannya. Dengan setengah mengancam, orang itu mengaku memiliki data hakim MK menerima suap.
Terkait pernyataan Mahfud itu, berbagai pihak pun meminta Mahfud mau terbuka. Demikian juga dengan Kejagung, berharap Mahfud mau membuka identitas penekan itu kepada publik agar bisa diusut.
(ken/fay)










































