Macet Bayangi Operasi Koridor TransJ IX dan X

Macet Bayangi Operasi Koridor TransJ IX dan X

- detikNews
Senin, 27 Des 2010 12:48 WIB
Macet Bayangi Operasi Koridor TransJ IX dan X
Jakarta - Uji coba busway Koridor IX (Pinangranti-Senayan-Pluit) dan X (Tanjung Priok- Jatinegara-Cililitan) telah dilakukan mulai 23 Desember lalu. Sejumlah catatan evaluasi pun dikantongi Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Salah satunya adalah kemacetan yang membayangi operasi kedua koridor ini.

"Ada potensi masalah bila bersilangan dengan kendaraan yang akan keluar atau masuk pintu tol," kata Kadishub DKI, U Pristono, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (27/12/2010).

Pintu tol yang berpotensi menimbulkan masalah bagi operasi koridor ini adalah pintu masuk Tol Semanggi I dan pintu masuk Tol Cawang. Potensi kemacetan juga membayangi di sekitar Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita imbau agar para pengendara memberikan prioritas kepada TransJakarta. Karena TransJakarta mengangkut 180 penumpang (bus gandeng)," imbuh pria yang akrab disapa Pris ini.

Petugas akan menjaga sterilisasi busway, meski begitu Pris mengingatkan pengguna jalan lainnya agar turut berpartisipasi mensterilkan busway dengan sukarela. "Kalau nggak steril ya sama saja, jadi tidak bergerak," ucapnya.

Dalam uji coba selama beberapa hari ini, Dishub DKI menemukan ada beberapa separator yang lepas, jalan berlubang dan halte yang atapnya agak rusak lantaran terserempet kendaraan yang sebelumnya melewati busway Koridor IX dan X yang belum steril.

"Itu semua kita upayakan untuk diperbaiki. Halte yang kotor tetap dibersihkan. Walaupun nanti kurang sempurna, kita sambil jalan," tambah Pris.

Meskipun ada beberapa hal yang harus dibenahi, namun sejauh ini persiapan operasional Koridor IX dan X sudah cukup baik. Karena itu tidak ada masalah ketika dua koridor tersebut diresmikan penggunaannya pada 31 Desember mendatang.

"Uji coba sekarang dihentikan dulu untuk melanjutkan bersih-bersih (halte). Rabu tanggal 29 Desember pukul 09.00 WIB akan dimulai lagi uji cobanya," tutup Pris.

Dinas Perhubungan DKI sebelumnya telah memperbaiki beberapa halte rusak di dua koridor ini. Dua koridor tersebut sempat mangkrak selama dua tahun dari rencana awal beroperasi 2008 hingga 2010, akibatnya banyak halte yang rusak ataupun komponen yang hilang dicuri orang yang tidak bertanggung jawab.

Untuk Koridor IX ada 29 halte dengan 19 rusak. Sedangkan Koridor X ada 22 halte dengan 14 rusak. Perbaikan sudah dilakukan dengan biaya sekitar Rp 4,7 miliar.

Namun tidak semua halte yang rusak diperbaiki tahun ini. Untuk Koridor X, di halte Stasiun Jatinegara, belum bisa dilewati karena kerusakannya cukup parah. Perbaikan membutuhkan biaya besar sehingga harus menunggu anggaran 2011.

Di kedua koridor tersebut, nantinya 94 bus akan melayani penumpang. Rinciannya, 25 bus gandeng dan 69 bus single. Bus gandeng memiliki kapasitas 180 orang, sedangkan yang single bisa mengangkut 85 penumpang. Pada tahun depan, Pemda DKI akan membeli 44 bus gandeng untuk Koridor XI (Pulogebang-Kampung Melayu) dan kekurangan Koridor X.

Koridor IX akan melewati Pinang Ranti, TMII, Hek, Pasar Kramat Jati, Pusat Grosir Cililitan (PGC), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cikoko, Stasiun Cawang, Tebet, Pancoran, Pancoran Baru, Mampang, Kuningan, Kuningan Timur, Senayan Timur, Semanggi Polda, Senayan Barat, Petamburan, Slipi, Kotabambu, Tomang, Grogol, Stasiun Grogol, Jembatan Besi, Angke, Jembatan Tiga, Penjaringan dan berakhir di Pluit (Mega Mal Pluit).

Sedangkan Koridor X akan melewati Pusat Grosir Cililitan (PGC), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Kalimalang, Otista, Pedati, Jatinegara, Pisangan Baru, Rawamangun, Pemuda, Rawasari, Pulomas, Pulomas Utara, Suprapto, Kodamar, Sunter, Plumpang, Kantor Walikota Jakarta Utara, Koja, Enggano dan berakhir di Tanjung Priok.

(vit/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads