ADVERTISEMENT

Oknum Perwira Polisi di Kutai Diduga Perkosa Tahanan Wanita

- detikNews
Minggu, 26 Des 2010 19:36 WIB
Samarinda - Mantan Kapolsek di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) berinisial Sy, dilaporkan ke Satuan Reskrim dan Unit Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D) Polres Kukar. Sy diduga memperkosa seorang tahanan wanita, AR (45), yang terlibat kasus penipuan.

Korban resmi melaporkan Sy ke Mapolres Kukar pada 18 Desember 2010,didampingi LBH Apik Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam laporannya, Sy mengaku 6 kali mengalami pelecehan seksual yang dilakukan sejak 6 Februari 2010 lalu.

"Diduga 4 kali berhubungan badan,1 kali oral sex dan 1 kali tidak sempat karena oknum polisi yang bersangkutan ejakulasi dini," kata Direktur LBH Apik Kaltim Magdalina, ketika menggelar konferensi pers di Ijima Cafe n Resto, Jl Letjend S Parman, Samarinda, Minggu (26/12/2010) malam.

Magdalina menceritakan,6 kali korban diduga mengalami pelecehan seksual, 5 kali diantaranya dilakukan di ruangan kerja Sy.

Saat kejadian,korban berstatus sebagai tersangka kasus penipuan terhadap calon PNS di Kabupaten Kutai Kartanegara, yang akhirnya diselesaikan dengan jalan perdamaian dan tidak menjalani penahanan di sel penjara, mengingat korban bersedia memenuhi penggantian uang terhadap korban yang telah ditipunya.

"Tidak ditahan tapi tetap menjalani kewajiban lapor di Polsek. Sejak itu,korban sering ditelepon untuk datang ke ruangannya dan terjadilah pelecehan itu," ujar Magdalina.

Tidak hanya itu,saat ditelpon, AKP Sy juga meminta uang jutaan rupiah dengan embel-embel ancaman kasus tersebut akan terus dilanjutkan.

"Kasusmu di tangan saya. Mau lanjut atau tidak,itu wewenang saya," sebut Magdalina menirukan ucapan Sy.

Di kesempatan yang sama, Koordinator Bidang Hukum LBH Apik Kasmawati menjelaskan, keyakinan LBH Apik memberikan bantuan hukum terhadap korban, setelah sebelumnya melakukan investigasi terhadap korban dan kasus tersebut.

"Juga barang bukti celana panjang korban, dan kita mendukung kasus tersebut untuk kita berikan pendampingan hukum," terang Kasmawati.

Ditambahkan Kasmawati,kasus tersebut dilaporkan 18 Desember lalu lantaran korban mengalami trauma dan tidak bisa lagi menahan beban trauma.

"Meski sekarang dia ditahan di Polsek Tenggarong Kota karena kasus pencatutan nama Bupati, kita hanya fokus terhadap dugaan pelecehan seksual tersebut," sebut Kasmawati.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta melalui telepon pasca konferensi pers hanya mengatakan kepolisian akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Saya belum bisa berkomentar panjang lebar. Manakala dugaan itu benar, pasti ditindaklanjuti. Karena perbuatan itu mencoreng Polri," ujar Wisnu.

(irw/ndr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT