PKB Pro Gus Dur Siapkan Partai Baru

PKB Pro Gus Dur Siapkan Partai Baru

- detikNews
Minggu, 26 Des 2010 19:25 WIB
Surabaya - Meski tidak diakui oleh pemerintah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dimotori oleh Yenny Wahid putri Gus Dur tetap menggelar Muktamar III di Surabaya. Mereka kini membuka peluang untuk membentuk partai baru.

"Muktamar ini sesuai dengan AD/ART PKB. Kita anggap PKB adalah Ketua Umum Dewan Syuronya adalah Gus Dur," ujar Ketua Panitia Nasional Muktamar III PKB di Surabaya, Imron R Hamid kepada wartawan di sela-sela muktamar di Hotel Garden Palace Surabaya, Minggu (26/12/2010).

Imron berdalih, peserta muktamar adalah yang masuk dalam SK kepengurusan periode 2005-2010 hasil Muktamar di Semarang. Usai muktamar di Semarang, di tengah perjalanan, mereka terbelah menjadi dua yakni kubu Ancol atau dikenal dengan kubu Muhaimin Iskandar dan kubu Parung Bogor atau Kubu Yenny Wahid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari perseteruan dua kubu itu, pemerintah mengakui kubu Muhaimin Iskandar yang sah dan diakui sebagai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Meski dianggap sah oleh pemerintah, status itu tak berlaku bagi kubu Yenny Wahid.

"Yang kita akui adalah produk Semarang yang paling fair. Persoalan legalitas hanya administrasi saja dan bisa berpengaurh sewaktu-waktu," tuturnya.

Ia mengatakan, meski tidak mempunyai kekuasaan di pemerintahan dan tidak mempunyai suara, pihaknya tetap menggelar muktamar tersebut. Ia mengelak dikatakan muktamar ini sebagai show of force.

"Ah nggak lah. Masak Gus Dur nggak punya massa. Yang utama, PKB Gus Dur ini strukturnya kuat terlebih dahulu," ungkapnya.

Setelah struktur PKB Pro Gus Dur dinilai sudah kuat, langkah selanjutnya akan melakukan komunikasi politik untuk islah dengan PKB Muhaimin Iskandar. Alasannya, dukungan PKB pro Gus Dur yang dipimpin putrinya Yenny Wahid maupun PKB Muhaimin Iskandar dinilai sama kuat. Bedanya, Muhaimin kuat karena didukung pemerintah, tapi tidak mempunyai massa. Sedangkan PKB yang dipimpin Yenny Wahidkuat ditingkat massa pendukungnya, tapi tak kuat ditingkat pemerintahan.

"Dari hasil muktamar ini kan strukturnya sudah kuat. Nanti kepengurusan dari Muktamar ini akan melakukan komunikasi politik seperti islah. Tapi kalau islah tidak tercapai, ya tergantung muktamirin. Bisa saja akan menyiapkan partai baru, atau bahasa muktamirin ganti casing," tandasnya.

(wln/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads