"Koordinasi ada tapi dari PSSI tidak ada kepastian kepada suporter kapan akan dibagikan tiket. Pembagian tiket molor sehingga massa jenuh dan kelelahan. Dia (PSSI) janji jam 10, tapi pada kenyataannya jam 10 suporter belum kebagian tiket," ujar Kepala Biro Operasi Polda Metro, Kombes Pol Soejarno, di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (26/12/2010).
Sebelumnya, sempat terjadi kericuhan saat massa merusak pagar stadion dan masuk ke dalam lapangan satdion GBK. Petugas polisi yang kalah banyak dibanding massa tidak mampu berbuat apa-apa untuk menghalau massa yang merebut tiket dari panitia pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 300 personel yang diterjunkan tapi ini hanya untuk pengamanan prventif saja, untuk mengantisipasi agar massa tidak merusak lapangan hijau," jelas Sujarno.
Soejarno mengatakan, apabila para pengantre tiket kembali masuk ke lapangan maka parati final kedua terancam batal digelar di Jakarta. "Kalau lapangan sampai rusak kita terancam, pertandingan final bisa tidak dimainkan di stadion ini," tuntasnya.
Kondisi saat ini, massa telah membentuk antrean di sektor 1, sektor 2, sektor 23 dan sektor 24. Puluhan Brimob tampak mengawasi dengan perlengkapan yang lengkap, seperti senjata laras panjang.
(ddt/gun)










































