Yenny Wahid Tak Percaya Kiai PKB Pindah ke PPP

Yenny Wahid Tak Percaya Kiai PKB Pindah ke PPP

- detikNews
Minggu, 26 Des 2010 11:46 WIB
Yenny Wahid Tak Percaya Kiai PKB Pindah ke PPP
Surabaya - Yenny Wahid tidak mempercayai kabar yang menyebut adanya aksi eksodus kiai PKB di Jawa Timur ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Putri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menilainya sebagai kabar burung belaka.

"Apa iya? Saya kok nggak percaya itu. Kelihatannya nggak ada," ujar Yenny Wahid di sela-sela acara haul Gus Dur di GOR CLS Jalan Kertajaya, Surabaya, Minggu (26/12/2010).

Ia mengatakan, untuk memastikan kabar tersebut, dirinya sudah menghubungi kiai PKB pro Gus Dur. Dia mengaku jawaban yang diterima adalah bantahan terhadap kabar aksi eksodus massal dan komitmen untuk bersama-sama terus membangun PKB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah tanya ke beliau-beliau, nggak ada itu (eksodus ke PPP -red). Justru para kiai-kiai
menginginkan agar PKB kembali lagi. Rumah politik Gus Dur kembali tegak," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah ulama yang juga menjabat pengurus di PKNU dan PKB pindah ke PPP. Mereka yang memberikan pernyataan resmi bergabung ke PPP disertai pembubuhan tanda tangan di depan Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali (SDA) di Ponpes Lirboyo Kediri, Sabtu (25/12/2010), adalah:

KH Idris Marzuqi (Dewan Syuro DPP PKNU)
KH M Anwar Manshur (PP Lirboyo)
KH Imam Yahya Mahrus (PP Lirboyo)
KH Huda Jazuli (PP Ploso, Kediri)
KH Zainudin Jazuli (Mustasyar DPP PKB)
KH Miftakhul Akhyar (Ro'is Syuriah PWNU Jatim)
KH Mujib Imron (anggota DPD RI 2004-2009)
KH Kafabihi Mahrus (PP Lirboyo)
KH Anwar Iskandar (PP Jamsaren, Kediri)
KH Mas Subadar (KH RU Besuk Pasuruan)
KH Zaini Sholeh (Sampang)
KH Mas Mansur (PP Sidoresmo, Surabaya),
KH Mutawakkil 'Alallah (Ketua PWNU Jatim)
KH Nuruddin (PP Nurul Qodim, Probolinggo, Dewan Syuro DPW PKNU Jatim)
KH Masbuchin Faqih (PP Suci Gresik)
KH Abdulloh (PP Langitan, Tuban)
KH Baidlowi (PP Berasan, Banyuwangi)
KH Abd Ghaffar (Pamekasan)
KH Ardani (Blitar)
KH Arsyad (Tulungagung)
KH Irvan Yusuf (PP Tebuireng)
KH Mas Fuad (PP Sidogiri, Pasuruan)
KH Jiryan Hasbulloh (Joresan, Ponorogo)
KH Hisyam Syafa'at (Blokagung, Banyuwangi)
KH Nur Khozin (Malang).

(roi/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini