PKB: Itu Bukan Kiai Kita, Tapi Kiai PKNU

PKB: Itu Bukan Kiai Kita, Tapi Kiai PKNU

- detikNews
Minggu, 26 Des 2010 09:22 WIB
PKB: Itu Bukan Kiai Kita, Tapi Kiai PKNU
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menaggangap wajar hijrahnya kiai se Jawa Timur ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pasalnya dari 41 kiai tersebut mayoritas berasal dari Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU), bukan dari PKB.

"Forum silaturahmi Ponpes se Jatim yang telah bergabung dengan PPP adalah berita biasa. Perlu saya tegaskan bahwa sesungguhnya tidak ada kiai PKB yang hadir di acara tersebut, mayoritas adalah kiai PKNU sehingga wajar beliau melakukan langkah-langkah seperti itu," ujar sekjen DPP PKB Imam Nahrahwi lewat pesan singkat kepada detikcom, Minggu (26/12/2010).

Menurut Imam, langkah politik yang ditempuh para kiai sepuh tersebut dikarena mereka kecewa dengan PKNU. Imam juga mengklaim bila sebagian dari kiai tersebut telah berkomitmen untuk bergabung dengan PKB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi saya sebagai santri memahami betul langkah-langkah kiai PKNU tersebut yang ikrar ke PPP. Semoga di PPP tidak mengecewakan juga, dan kalau PPP mengecewakan kiai-kiai itu, insya Allah akan kembali ke PKB," terangnya.

Menurut Imam tidak ada tempat yang lebih cocok dari bagi kiai NU, selain PKB. Imam pun optimis, kiai tersebut akan kembali ke PKB. "Karena di PKB lah tempat berkumpulnya kader dan santri asli NU," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Puluhan kiai di Jawa Timur yang selama ini menjadi pengurus teras PKB dan PKNU menyatakan diri bergabung dengan PPP. Deklarasi tersebut dibacakan mantan Dewan Syuro DPP PKNU, KH Anwar Iskandardi depan Ketua Umum DPP PPP Surya Dharma Ali (SDA) di Ponpes Lirboyo Kediri.

Para kyai yang hadir antara lain KH Idris Marzuqi (Dewan Syuro DPP PKNU), KH M Anwar Manshur (PP Lirboyo), KH Imam Yahya Mahrus (PP Lirboyo), KH Huda Jazuli (PP Ploso, Kediri), KH Zainudin Jazuli (Mustasyar DPP PKB), KH Miftakhul Akhyar (Ro'is Syuriah PWNU Jatim), KH Mujib Imron (anggota DPD RI 2004-2009), KH Kafabihi Mahrus (PP Lirboyo), KH Anwar Iskandar (PP Jamsaren, Kediri), KH Mas
Subadar (KH RU Besuk Pasuruan), KH Zaini Sholeh (Sampang), KH Mas Mansur (PP Sidoresmo, Surabaya), KH Mutawakkil 'Alallah (Ketua PWNU Jatim), KH Nuruddin (PP Nurul Qodim, Probolinggo; Dewan Syuro DPW PKNU Jatim), KH Masbuchin Faqih (PP Suci Gresik), KH Abdulloh (PP Langitan, Tuban), KH Baidlowi (PP Berasan, Banyuwangi), KH Abd Ghaffar (Pamekasan), KH Ardani (Blitar), KH Arsyad (Tulungagung), KH Irvan Yusuf (PP Tebuireng), KH Mas Fuad (PP Sidogiri, Pasuruan), KH Jiryan Hasbulloh (Joresan, Ponorogo), KH Hisyam Syafa'at (Blokagung, Banyuwangi), dan KH Nur Khozin (Malang).

SDA menyatakan PPP membuka pintu lebar-lebar atas bergabungnya kembali para ulama ke PPP. PPP tidak akan mengajak kiai-kiai untuk terus berkonflik, karena itu mengecilkan arti penting perjuangan umat Islam di masa mendatang.
(her/her)


Berita Terkait