Pantauan detikcom di Jl Dr Sutomo,Minggu (26/12/2010), ratusan motor yang terbagi menjadi beberapa kelompok geng motor berjejer di pinggiran ruko yang berada di kedua lajur. Pengendara yang didominasi remaja ABG, mulai berdatangan sekitar pukul 00.30 WITA.
Suara bising dari kendaraan mereka,tidak lagi memperdulikan ketenangan penghuni ruko dan warga di sekitar ruas jalan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di Jl Dr Sutomo, ratusan kendaraan bermotor juga berjejer di ruas Jl Letjend S Parman serta Jl Letjend Suprapto. Aksi balapan liar tersebut mengakibatkan pengendara lainnya yang melintas di ketiga ruas jalan tersebut ekstra hati-hati. Sejak balapan liar dimulai sekitar pukul 00.45 WITA, tidak ada satupun aparat kepolisian yang membubarkan aksi balapan tersebut.
"Kemana polisi? Masak hal-hal seperti ini (balapan liar) dibiarkan saja, tidak dirazia," keluh Amrullah,warga lainnya.
Ruas Jl Dr Sutomo hingga Jl Letjend S Parman,memang menjadi rute para pembalap. Mereka nekat memacu kencang kendaraan mereka secara bergerombol dan tidak memperdulikan keselamatan pengguna kendaraan lainnya. Tidak sedikit antar geng motor juga mempertaruhkan uang hingga ratusan ribu rupiah.
Deni,salah seorang anggota geng motor kepada detikcom mengaku tidak khawatir dengan kedatangan aparat kepolisian untuk merazia.
"Kalau ada polisi,ya kabur.Kalau ada kelompok motor lain yang kembali lagi setelah dirazia, ya kita datang juga," ujar Deni.
(her/her)











































