"Bahwa di antara hak-hak asasi dan kebebasan, dan berakar pada harkat dan martabat manusia, kebebasan beragama," ujar Dubes Vatikan untuk Indonesia Leopordo Girelli dalam sambutannya, di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (25/12/2010).
"Tetapi sebaliknya, apabila kebebasan ini diingkari, maka martabat manusia itu sendirilah yang tidak baik, menjadi ancaman yang tidak baik," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Girelli juga merasa optimistis masyarakat Indonesia dapat menghargai kebebasan umar bergama sepenuhnya. Hal ini disebabkan karena Indonesia meletakkan kebebasan beragama dalam prioritas utama dalam landasan negara.
"Apalagi kita memiliki falsafah negara yang tersohor, Pancasila. Dalam sila pertama, ketuhanan yang maha esa. Perdamaian membutuhkan agama, maka Indonesia membutuhkan Tuhan untuk menjadi negara yang damai," tandasnya.
(fjr/fay)











































