"PSSI hendaknya menghentikan cara penjualan tiket dengan mengutamakan pejabat dan para politisi. PSSI hendaknya mendahulukan para pecinta sejati Timnas dari pada melayani para pejabat yang hanya mengerti cara mengklaim kesuksesan," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti dalam siaran pers, Sabtu (25/12/2010).
Ray menjelaskan, kini bisa terlihat, sejumlah politisi dan pejabat mulai berlomba memperlihatkan diri seolah paling berjasa dalam membangun timnas. Mereka pun kemudian banyak yang berbondong-bondong menyaksikan aksi timnas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ray mengingatkan, para pejabat dan politisi bisa belajar mencintai timnas dengan berbaur bersama suporter dari tataran rakyat biasa yang antri mendapatkan tiket.
"Para pejabat tersebut hendaknya ikut berpeluh serta mengantri untuk mendapatkan tiket. Dengan begitu sepakbola menjadi milik kita bersama tanpa kasta," urainya.
Dengan ikut mengantri tiket, pejabat itu pun akan merasakan derita rakyat dan persoalan PSSI.
"Lebih dari itu, agar para pejabat dan politisi itu juga merasakan carut marut penjualan tiket. Hentikan politisasi timnas dan stop fasilitas istimewa untuk mereka," tutupnya.
(ndr/fay)











































