Kedua korban tersebut adalah Yogi (20) dan Marfin (27). Yogi tertembak di bagian dada kiri dan serpihan peluru bersarang di tubuhnya, sementara Marfin luka tembus di telapak tangan kirinya.
"Mereka pelaku penjambretan yang ditembak petugas (polisi) di luar wilayah kita, kurang lebih di kawasan Cempaka Putih hari itu," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Saidal Mursalin saat dihubungi wartawan, Jumat (24/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun kami menemukan banyak kejanggalan dari keterangan mereka, kedua pelaku sendiri tidak begitu ingat lokasi spesifik kejadian penembakan, dan hanya mengakui kejadian tersebut berlangsung di sekitar kantor Kecamatan Pulogadung," ujarnya.
Sebelumnya kepada polisi, Marfin dan Yogi mengaku ditembak oleh seseorang tak dikenal karena tidak senang melihat aksi ugal-ugalan mereka di jalanan. Mereka juga menuturkan jika sempat terjadi cekcok mulut dan baku hantam dan berakhir dengan penembakan pria misterius.
Marfin dan Yogi dibawa ke Rumah Sakit Harun, Duren Sawit, Jakarta Timur oleh salah seorang rekannya bernama Yudi.
Dihubungi terpisah, Kepala Sub Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Didi Heryadi menuturkan kasus tersebut kini masih dalam pengembangan polisi.
"Sejauh ini korban baru mengakui bahwa mereka adalah pelaku penjambretan. Kita masih berkordinasi dengan pihak Polres Jakarta Pusat untuk menyelidiki kasus ini," jelas Didi.
Sebelumnya juga polisi mengungkap kasus penembakan seorang pengedar ganja yang menyaru sebagai tukang ojek, Firdaus Firmansyah (33). Firdaus yang juga residivis kasus narkoba ditembak aparat kepolisian Polres Kota Bekasi saat berupaya kabur dari sergapan petugas.
(ahy/rdf)











































