Sementara itu, ratusan penumpang yang berharap berangkat terlantar di pelabuhan sambil menunggu kepastian redanya badai dan pencabutan penundaan dari pihak Adpel, Jumat(24/12/2010) malam.
"Kami terpaksa membatalkan keberangkatan kapal-kapal, karena gelombang laut yang ganas dan angin kencang. Ini sangat mengkhawatirkan pelayaran di laut Maluku, laut Seram," ujar salah satu staf Adpel saat ditemui di pelabuhan Slamet Riyadi, Ambon, Jumat malam ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan frekuensi cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Ambon mengeluarkan peringatan bagi kapal-kapal yang hendak berlayar untuk menunda keberangkatannya.
"Ini untuk mengantisipasi hal buruk yang kemungkinan bakal terjadi," ujar kepala BMG Stasiun Meteorologi Pattimura, Agie Wandala Putra, saat dihubungi via selular.
(han/rdf)










































