Informasi ini diperoleh dari laporan riset dari sebuah lembaga kementerian luar negeri Korea Selatan. Laporan berkala tersebut diterbitkan sehari setelah Pyongyang berjanji akan melakukan 'perang suci' nuklir setelah Korea Selatan bersumpah akan menjadi 'kejam' jika diserang.
Korut sebelumnya pernah melakukan uji coba nuklir pada tahun 2006 dan 2009, namun tes itu belum menunjukkan keberhasilan program senjata plutonium. Tetapi tes yang ketiga ini diprediksi akan meningkatkan ketegangan lanjutan di Semenanjung Korea dan mempengaruhi pasar global.
Seperti dikutip dari reuters, Jumat (24/12/2010), ahli nuklir Korut mengharapkan agar tes ketiga segera dilakukan. Sementara media Korea Selatan melaporkan awal bulan ini bahwa Korut sedang menggali terowongan untuk persiapan.
"Ada kemungkinan Korea Utara melakukan uji ketiga nuklirnya untuk meningkatkan kemampuan produksi senjata nuklirnya, menjaga ketegangan militer agar tetap tinggi dan meningkatkan status Kim Jong-un sebagai pemimpin berikutnya," tulis laporan itu.
"Ketegangan antara kedua Korea akan tetap tinggi dengan kemungkinan tambahan serangan Korea Utara terhadap Korea Selatan tergantung pertemuan puncak antara pemimpin kedua belah pihak," papar laporan tersebut.
(ape/ndr)











































