“Jadi bukan granat sebagaimana disebutkan warga. Setelah kita lakukan pengecekan, ternyata benda yang meledak itu merupakan peluru. Barang bukti yang kita amankan, berupa selongsong yang berdiamater 2,5 cm,” kata Kapolres Kampar, MZ Muttaqien kepada detikcom, Jumat (24/12/2010).
Dia menjelaskan, Sukri (12) bocah yang menjadi korban itu, kini dirawat di RS Awal Bros di Pekanbaru. Akibat ledakan peluru tersebut, di bagian jari tangan kanan dan tangan kiri sebagian terputus. Korban merupakan warga Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kab Kampar, Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi kejadian, berdasarkan keterangan orangtua korban, Rustam (49) bahwa pagi itu ketika mereka akan pergi ke ladang, anaknya menemukan dua benda besi kuningan sepanjang 7 cm dengan diameter 2,5 cm. Benda besi itu ditemukan bocah itu di bibir sungai Kampar.
Dari sana, bocah ini membawa kedua peluru ke dalam perahu milik orangtunya. Anak dan bapak ini rencananya akan membawa peluru untuk menyeberangi sungai Kampar menuju ladang mereka. Ketika mesin kapal pompong dihidupkan, tiba-tiba terdengar suara ledakan.
“Kita masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui jenis peluru tersebut. Sampel serbuk, serpihan bekas selonsong tengah kita proses penyelidikan,” ungkapnya.
(cha/ape)











































