"Ada kebersamaan, kesetaraan dan kerangka politik yang jelas," kata Ketua FPKS Mustafa Kamal di Jakarta, Jumat (24/12/2010).
PKS, lanjut Mustafa, melakukan kritik terhadap Setgab tidak lain karena ingin menunjukkan perhatian yang besar akan keberlangsungan koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini bukan rahasia lagi, kalau Setgab hanya dikendalikan Golkar dan Partai Demokrat yang mengerucut pada figur SBY dan Aburizal Bakrie. Misalnya saja dalam pembahasan RUUK DIY, disebut-sebut partai menengah di koalisi tidak dilibatkan sama sekali.
Menanggapi ini, Mustafa hanya menyampaikan bahwa sesuai pesan Presiden SBY saat kontrak politik ditandatangani, koalisi bukan berarti sebuah penyeragaman.
"Pesan Pak SBY di awal pembentukan, Setgab bukan penyeragaman, mengedepankan musyawarah mufakat, mengedepankan dialog-dialog informal. Mungkin manajemen di Setgab harus diperkuat," terangnya.
Menurut Mustafa juga, kritik yang lahir mesti disikapi secara proporsional, jangan dilihat berlebihan, karena yang penting substansinya ingin mendorong kinerja Setgab yang lebih baik lagi.
"Harapannya agar ada kebersamaan sebagaimana yang selalu dijadikan motto oleh teman-teman, yakni bersama kita bisa," tutupnya.
(ndr/ken)











































