"Belum (diminta), tapi kami siapkan kalau memang ada data-data yang dibutuhkan dari kampus. Sekarang kita sedang kumpulkan," kata Humas UI Devie Rahmawati saat berbincang dengan detikcom, Jumat (24/12/2010).
Devie mengatakan, untuk kasus ini, UI menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Pihak kampus sendiri akan membantu seperti memberikan data-data, riwayat akademik, keterangan dosen-dosen, dan semacamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak kampus sendiri saat ini sedang melalukan penyelidikan internal terkait hilangnya gadis manis berkulit sawo matang itu. Namun sejauh ini, pihak kampus belum menemukan adanya hal ganjil dari perilaku maupun prestasi akademi Kharisma di kampus.
Sebelumnya, kakak Safiri, Alvin Mubarokah, telah melaporkan kehilangan adiknya ke Polres Depok. Saat ini, polisi telah bergerak untuk mencari keberadaan gadis berambut lurus panjang itu. Sejumlah saksi juga mulai dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib.
Pihak keluarga juga mencari tahu melalui data kontak terakhir dari ponsel Safiri. Dengan berbekal surat keterangan dari polisi, perwakilan keluarga mendatangi Indosat untuk mendapatkan data-data tersebut.
Keluarga juga akan mengecek ke Pusat Kesehatan Mahasiswa UI. Di kamar Safiri ditemukan secarik kertas rujukan agar Safiri mendatangi ahli neurologi atau syaraf untuk pemeriksaan lebih lanjut. Safiri didiagnosis sakit syaraf kronis.
Saviri menghilang sejak 16 Desember lalu. Gadis yang kini menjadi mahasiswi semester I Jurusan Biologi, Fakultas MIPA UI itu terakhir terlihat mengobrol bersama rekannya, Ema, di ruang tamu kos-kosannya pada 15 Desember malam.
Setelah mengobrol sekitar 15 menit, Saviri lalu masuk ke dalam kamarnya. Sejak itu, tidak ada yang mengetahui ke mana mahasiswi manis berambut lurus panjang dan berkulit sawo matang itu pergi.
(ken/ndr)











































