"Jadi yang ditembak waktu itu adalah pengedar ganja," kata Kapolres Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto saat dihubungi wartawan, Kamis (23/12/2010).
Imam mengatakan, misteri Firdaus terungkap setelah petugas dari Cakung menghubungi petugas polisi di Bekasi Kota. Kepada petugas di Cakung, Firdaus mengaku ditembak oleh rekannya.
"Setelah kita mengecek, ternyata ketahuan bahwa dia itu Bulik, target kita," kata Imam.
Imam kemudian menceritakan kronologi penembakan Firdaus saat itu. Saat itu, petugas melakukan penyamaran dengan memesan ganja dari Firdaus yang juga dikenal dengan nama Bulik. Bulik adalah rekan Keling, yang sudah berhasil ditangkap sebelumnya.
"14 Desember lalu, aparat narkoba Polres Bekasi menerima informasi dari seorang napi di LP Bulak Kapal, Bekasi bahwa ada pengedar narkoba namanya Keling dan Bulik alias Firdaus," kata Imam.
Transaksi awalnya dilakukan di Halte Bekasi. Petugas meminta keduanya berjalan beberapa meter menuju lokasinya. Saat itu, anggota yang melakukan transaksi hanya satu orang. Sedang yang lainnya mengawasi dari jauh.
"Pas udah ketemu, Si Bulik ini membawa barang di tasnya yang diduga ganja karena waktu itu transaksinya ganja. Anggota bawa uang Rp 1,7 juta untuk satu kilo ganja. Pas diserahkan, Si Keling yang dibonceng, pas diserahkan oleh Si Keling, langsung dipiting oleh petugas," cerita Imam.
Melihat itu, Bulik lantas memukul petugas dan kabur. "Dan petugas langsung mengeluarkan tembakan peringatan. Saat itu petugas tidak tahu tembakan mengenai Bulik," kata Imam.
Bulik ternyata juga berusaha menipu saat melakukan transaksi. Bungkusan yang dibawa Keling ternyata hanya berisi batu bata, bukan ganja. "Keling dibawa ke Polres Bekasi, dari keterangan Keling kita berhasil menangkap tiga pengedar sabu di Bekasi dan 11 plastik sabu-sabu tapi beratnya saya tidak tahu, Selasa siang kemarin," kata Imam.
Setelah peristiwa itu, petugas menerima telepon dari petugas Cakung yang mengatakan ada satu pria yang tertembak di Cakung. "Lalu kita cek, ternyata dia target kita. Dan dia juga berbohong kepada petugas karena peristiwanya di Bekasi, bukan di Cakung," kata Imam.Tukang Ojek yang Tertembak di Cakung Ternyata Pengedar Ganja
Firdaus Firmansyah ternyata tidak ditembak oleh rekannya. Pria yang sebelumnya disebut sebagai tukang ojek itu ternyata adalah pengedar ganja yang sudah lama menjadi target polisi.
"Jadi yang ditembak waktu itu adalah pengedar ganja," kata Kapolres Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto saat dihubungi wartawan, Kamis (23/12/2010).
Imam mengatakan, misteri Firdaus terungkap setelah petugas dari Cakung menghubungi petugas polisi di Bekasi Kota. Kepada petugas di Cakung, Firdaus mengaku ditembak oleh rekannya.
"Setelah kita mengecek, ternyata ketahuan bahwa dia itu Bulik, target kita," kata Imam.
Imam kemudian menceritakan kronologi penembakan Firdaus saat itu. Saat itu, petugas melakukan penyamaran dengan memesan ganja dari Firdaus yang juga dikenal dengan nama Bulik. Bulik adalah rekan Keling, yang sudah berhasil ditangkap sebelumnya.
"14 Desember lalu, aparat narkoba Polres Bekasi menerima informasi dari seorang napi di LP Bulak Kapal, Bekasi bahwa ada pengedar narkoba namanya Keling dan Bulik alias Firdaus," kata Imam.
Transaksi awalnya dilakukan di Halte Bekasi. Petugas meminta keduanya berjalan beberapa meter menuju lokasinya. Saat itu, anggota yang melakukan transaksi hanya satu orang. Sedang yang lainnya mengawasi dari jauh.
"Pas udah ketemu, Si Bulik ini membawa barang di tasnya yang diduga ganja karena waktu itu transaksinya ganja. Anggota bawa uang Rp 1,7 juta untuk satu kilo ganja. Pas diserahkan, Si Keling yang dibonceng, pas diserahkan oleh Si Keling, langsung dipiting oleh petugas," cerita Imam.
Melihat itu, Bulik lantas memukul petugas dan kabur. "Dan petugas langsung mengeluarkan tembakan peringatan. Saat itu petugas tidak tahu tembakan mengenai Bulik," kata Imam.
Bulik ternyata juga berusaha menipu saat melakukan transaksi. Bungkusan yang dibawa Keling ternyata hanya berisi batu bata, bukan ganja. "Keling dibawa ke Polres Bekasi, dari keterangan Keling kita berhasil menangkap tiga pengedar sabu di Bekasi dan 11 plastik sabu-sabu tapi beratnya saya tidak tahu, Selasa siang kemarin," kata Imam.
Setelah peristiwa itu, petugas menerima telepon dari petugas Cakung yang mengatakan ada satu pria yang tertembak di Cakung. "Lalu kita cek, ternyata dia target kita. Dan dia juga berbohong kepada petugas karena peristiwanya di Bekasi, bukan di Cakung," kata Imam.
(ken/fay)











































