"Sudah Ndah, kita cuma menemukan kertas informasi yang nyritain rute termurah untuk ke Bandara soekarno hatta," kata Chindy Khalishta saat memberi komentar di foto Safiri yang diupload di Facebook Nur Aeni.
Chindy adalah salah satu teman Safiri yang cukup sering memberikan komentar di foto tersebut. Teman-teman lainnya banyak juga yang mencoba membantu dengan menyebarkan foto gadis berkulis sawo matang itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kakak Safiri, Alvin Mubarokah, telah melaporkan kehilangan adiknya ke Polres Depok. Saat ini, polisi telah bergerak untuk mencari keberadaan gadis berambut lurus panjang itu. Sejumlah saksi juga mulai dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib.
Pihak keluarga juga mencari tahu melalui data kontak terakhir dari ponsel Safiri. Dengan berbekal surat keterangan dari polisi, perwakilan keluarga mendatangi Indosat untuk mendapatkan data-data tersebut.
Keluarga juga akan mengecek ke Pusat Kesehatan Mahasiswa UI. Di kamar Safiri ditemukan secarik kertas rujukan agar Safiri mendatangi ahli neurologi atau syaraf untuk pemeriksaan lebih lanjut. Safiri didiagnosis sakit syaraf kronis.
Saviri menghilang sejak 16 Desember lalu. Gadis yang kini menjadi mahasiswa semester I Jurusan Biologi, Fakultas MIPA UI itu terakhir terlihat mengobrol bersama rekannya, Ema,
di ruang tamu kos-kosannya pada 15 Desember malam.
Setelah mengobrol sekitar 15 menit, Saviri lalu masuk ke dalam kamarnya. Sejak itu, tidak ada yang mengetahui ke mana mahasiswi manis berambut lurus panjang dan berkulit sawo matang itu pergi.
(ken/fay)











































