"Saudara-saudara umat Konghucu, sejak saya mengemban amanat menjadi Presiden Indonesia pada Oktober 2004 pada Pak Budi (Budi Santoso Tanuwibowo, Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia/Matakin) saya bertekad meneruskan pendahulu saya Gus Dur dan Ibu Megawati," ujar SBY.
SBY mengatakan itu dalam pidato di Munas VI Matakin di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta Timur, Kamis (23/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai membuka Munas, SBY menuju Klenteng Kong Miao di Kompleks TMII yang baru. SBY disambut 4 Barongsai. Di dalam klenteng itu SBY mendapat penjelasan dari Budi tentang klenteng.
"Tangganya ada 17 Pak. Gambar bunganya ada 8. Ini ada 3 kuil untuk Nabi, Tuhan dan Leluhur. Ini semuanya produksi Magelang keculai genteng dan tiang," kata Budi.
SBY dan Ibu Ani Yudhoyono juga menyempatkan menanam pohon cemara di halaman klenteng. "Pohon cemara ini menandakan keteguhan. Daun-daunnya tidak cepat rontok," imbuh Budi.
Dalam acara itu, SBY didampingi Seskab Dipo Alam, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Kesra Agung Laksono, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (nik/vit)










































