Boediono berkunjung ke Kampus UIN, Jl Juanda, Ciputat, Tangerang, Banten, Kamis (23/12/2010), untuk memberikan kuliah umum. Sebelum ia datang sekitar pukul 15.00 WIB, puluhan mahasiwa dari HMI Ciputat menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus.
Aksi itu dijaga ketat oleh puluhan polisi, Brimob beratribut lengkap, serta aparat TNI. Sesekali, terjadi dorong-dorongan antara pendemo dan polisi yang melokalisir mereka di antara trotoar dan pagar kampus. Lalu lintas di jalan depan kampus UIN Jakarta dua arah pun macet bukan main.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Assalamualaikum," ucap Boediono yang seperti biasa mengenakan kemeja lengan pendek berwarna putih.
"Walaikumsalam," jawab ratusan mahasiwa dan dosen UIN yang telah menunggu di dalam auditorium.
Setelah pembacaan ayat suci Al Quran, Komarudin naik ke atas mimbar. Ia memberikan sambutan yang cukup hangat atas kedatangan Wapres untuk pertama kalinya di UIN Jakarta.
"Kami bersyukur dikunjungi Pak Wapres, pertama sebagai sahabat, kedua sebagai ilmuwan, dan ketiga sebagai Wapres. Dalam forum ini ketiganya tentu harus bersinergi," ujar Komarudin.
Ia melanjutkan, kuliah umum bertajuk "Lecture Series on Democracy" ini merupakan pembuka dari 12 seriah ceramah yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Jakarta. Ia pun lalu menyinggung aksi demo yang masih berlangsung di depan kampusnya.
"Pertama ini, kami mengundang Bapak Wapres, harus meriah. Tadi sudah dimeriahkan oleh aksi demonstrasi. Itu bagian dari opening ceremony," ucap Komarudin disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Boediono, yang duduk santai di atas panggung kecil, juga ikut tertawa sambil menatap Komarudin.
"Ini (demo) bagian dari PR (Public Relation) kepada masyarakat, bahwa ada orang besar di sini," puji cendikiawan muslim tersebut.
Komarudin bercerita, banyak teman-temannya di Twitter yang bertanya tentang aksi demonstrasi di UIN Jakarta. Ia menjawab sejujurnya kalau ada Boediono yang ingin memberi kuliah umum tentang demokrasi.
"Dan informasi yang saya terima, (pendemo) bukan dari UIN. Mereka ingin mendengarkan, tapi nggak boleh masuk, kemudian hanya di jalan saja," seloroh Komarudin.
Komarudin juga sempat menceritakan beberapa perkembangan UIN Jakarta hingga saat ini. Di UIN, ada 175 mahasiswa asing yang datang dari berbagai negara Asia dan Afrika untuk belajar. Karena tertarik dengan pendekatan Islam di UIN Jakarta, Singapura memberi kesempatan membuka program S2 di sana.
Ia berharap UIN Jakarta menjadi pusat pengkajian Islam di Indonesia sebagaimana Universitas Al Ahzar di Mesir.
"UIN Jakarta sangat strategis kalau ini menjadi resources pengembangan Islam di dalam negeri," tutup Komarudin.
(irw/aan)











































