"Yang menangkap dari Kepolisian Spanyol. Dia diamankan sekitar sebulan lalu," kata Kasat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Nico Afinta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/12/2010).
Imron ditangkap di stasiun subway di Madrid. Imron saat ini masih berada di Kepolisian Spanyol. "Kita masih melakukan koordinasi dengan Kepolisian Spanyol untuk membawa dia ke Indonesia," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari keterangan dua tersangka itu, pelaku yang menghabisi nyawa Viktor adalah Imron. Selama 2 perempuan itu diamankan oleh Kepolisian, Lina selalu dibiarkan berkomunikasi dengan Imron untuk mengetahui keberadaan Imron. Imron akhirnya diketahui melarikan diri ke Spanyol.
Aparat Jatanras Polda Metro lalu menelusuri jejak Imron hingga ke Spanyol. Namun, penelusuran gagal dan anggota polisi kembali ke Jakarta. Polisi akhirnya mendapat informasi dari Interpol bahwa Imron telah ditangkap oleh Kepolisian Spanyol.
Selvi Magdalena (24), istri Viktor melaporkan suaminya telah diculik ke Polda Metro Jaya, 16 Juni lalu. Sebelum diketahui diculik, Viktor pamit ke istrinya untuk meeting di kawasan Pamulang, Tangerang, pada 10 Juni lalu. Namun, setelah berhari-hari, korban tidak pulang.
Selvi baru mengetahui bahwa suaminya diculik saat ayah korban, Darmapana Wibowo mendapatkan pesan singkat dari orang yang tidak dikenal pada 14 Juni lalu. SMS itu bernada mengancam dan meminta tebusan.
"KALAU MAU ANAK ANDA PULANG DENGAN SELAMAT SEDIAKAN RP 300 JUTA DAN CEPAT BERI KAMI KEPUTUSAN. APAKAH ANAK ANDA HARUS HIDUP ATAU MATI" isi pesan itu.
Pada 16 Juni, Darmapana kembali mendapatkan pesan singkat yang serupa dari nomor yang berbeda dari sebelumnya. Selvi lalu melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya.
Jasad Viktor ditemukan pada Jumat 25 Juni 2010 sekitar pukul 17.00 WIB. Warga Jalan Raya Kuta Bumi Blok CD RT 04 RW 06 Kota Baru, Tangerang ini ditemukan di pinggir tol di kawasan Karawang, Jawa Barat.
Saat ditemukan, korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Bagian lutut hingga kaki kiri dan kanannya telah terpotong. (aan/fay)











































