"Ya tentu akan kita selidiki, tapi kita perlu keterangan korban," kata Kasat Reskrim Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan saat dihubungi wartawan, detikcom Kamis (23/12/2010).
Dia menjelaskan, polisi kesulitan untuk mendapatkan keterangan dari korban. Tentu untuk melakukan pengusutan kasus, penyidik harus mendapat keakuratan dan kejelasan informasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain keterangan dari korban, polisi tentu akan melakukan cross check ke lapangan. "Kita mengimbau kepada korban untuk melapor demi keakuratan informais sehingga kita bisa menyeldiki pelakunya. Kita khawatir ini menjadi isu yang meresahkan masyarakat," terangnya.
Selain itu juga, polisi akan menyelidiki, apakah penggunaan air soft gun itu legal atau ilegal. "Orang itu tidak menggunakan senjata untuk peruntukannya," tutupnya.
Mulyawan ditembak orang tak dikenal menggunakan air soft gun yang mengendarai Honda Jazz pada Selasa (21/12) malam sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
"Jadi waktu itu saya sedang melintas di Jalan Kalimalang yang karena sudah larut dalam keadaan lengang. Tiba-tiba saja sebuah mobil jenis Honda Jazz keluaran lama, memepet saya dengan jarak yang sangat dekat dari sisi kanan," ceritanya Rabu (22/12).
Awalnya lanjut Mulyawan, keberadaan mobil itu tidak membuatnya aneh. Namun tiba-tiba saja, Mulyawan mendengar suara tembakan yang diyakini berasal dari senjata jenis air soft gun.
"Tepat di depan toko Depo Bangunan, posisi mobil itu menyamai saya, tiba-tiba saja saya mendengar suara tembakan yang saya yakin itu berasal dari air soft gun dari letupannya. Tembakan itu seperti brondongan dan itu mengenai siku kanan saya," jelas pria yang bekerja di kawasan Menteng Raya ini.
(ndr/ken)











































