Warga Yogya Demo di Rumah Ichlasul Amal

RUUK Yogyakarta

Warga Yogya Demo di Rumah Ichlasul Amal

- detikNews
Kamis, 23 Des 2010 12:02 WIB
Yogyakarta - Sedikitnya 30 orang dari Barisan Sakit Hati (BSH) Yogyakarta demo di rumah mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Ichlasul Amal. Pendemo kecewa atas pernyataan Ichlasul yang mengatakan pengerahan massa di Yogya mengingatkannya pada zaman PKI.

Aksi digelar di depan rumah Ichlasul di Kompleks Pandeansari, Condongcatur Depok Sleman, Kamis (23/12/2010).

Peserta aksi mengenakan pakaian adat Jawa yakni mengenakan kain panjang batik, surjan, blangkon, keris dan sandal selop. Mereka juga membawa bendera merah putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat aksi berlangsung, Ichlasul beserta keluarga tidak berada di rumah. Rumah tersebut hanya dijaga 3 orang satpam UGM yang berpakaian preman dan 10 orang polisi. Pintu gerbang besi juga ditutup rapat.

Seorang anggota satpam memberitahukan kepada peserta aksi, bila Ichlasul tidak berada di rumah. Sang satpam akan mewakili dan menerima surat pernyataan dari pendemo tersebut.

Peserta aksi duduk bersila dan menumpahkan kekecewaan atas pernyataan Ichlasul itu dengan Bahasa Jawa.

"Kami kaget dan kecewa setelah ada pernyataan anda yang dimuat di beberapa media pada hari Selasa 14 Desember 2010 yang menyatakan aksi demo rakyat Yogyakarta mendukung Keistimewaan itu sudah seperti gerakan PKI," kata koordinator aksi Ariesman, warga Bantul.

Ariesman juga menanyakan yang dimaksud PKI itu apakah Partai Komunis Indonesia (PKI) . Aksi waktu itu tidak ada yang anarkhis, dengan kekerasan bahkan penculikan.

"Apa aksi waktu itu anarkis? Apa ada yang melempari batu terhadap Anda, rumah Anda, menculik atau merusak bangunan pemerintah. Gerakan kami semua dengan cara beradab dan santun," kata Ariesman.

Ariesman mengatakan bila sudah tidak senang dengan warga Yogyakarta terlebih kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam lebih baik pindah rumah dan tidak perlu tinggal bersama masyarakat.

"Kami benar-benar kecewa dengan ucapan itu. Kami menuntut Pak Amal untuk mencabut pernyataan tersebut dan meminta maaf kepada warga Yogyakarta melalui media. Bila tidak, kami akan menggeruduk ke sini lagi," kata Ariesman.

Usai membacakan pernyataan sikapnya, surat pernyataan itu kemudian diserahkan kepada anggota satpam UGM, Herry, yang ikut menjaga rumah Ichlasul Amal.

Ariesman meminta agar Herry benar-benar menyerahkan surat itu kepada Ichlasul agar yang bersangkutan mengerti dan membacanya. "Kami sungguh-sungguh sakit hati dan kecewa, mengapa dia sampai ngomong seperti itu di media," kata dia.

(bgs/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads