"Apa yang disampaikan Wasekjen PD Pak Saan Mustopa saya dukung seratus persen. Kegundahan PD sudah lama dialami sejak kasus Century, kalau PKS tidak sabar lagi duduk di boncengan koalisi, lebih baik keluar saja," pinta Ruhut.
Hal ini disampaikan Ruhut menanggapi sikap PKS yang mengajak partai tengah di koalisi untuk membentuk poros baru bersama PDIP. PKS sebelumnya berharap kolaborasi partai tengah dengan PDIP dapat mengalahkan dominasi Golkar dan PD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih baik mereka lakukan itu karena PKS menyatakan menteri sudah dihibahkan," tantang Ruhut.
Ruhut bahkan berharap Presiden SBY memahami keresahan PD. Ruhut meminta Presiden SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD mau mengevaluasi menteri dari PKS.
"Saya menghormati hak prerogatif Presiden. Tapi kalau memang tingkah laku PKS seperti sekarang ini, saya memohon kepada Bapak Presiden agar meninjau kembali kader PKS di pemerintahan karena nyatanya menjadi beban bagi Bapak Presiden," pintanya.
Lebih dari itu, Ruhut meyakini tak ada partai yang mau berkoalisi dengan PKS. Menurutnya, partai lain sudah tahu ketidaksetiaan PKS terhadap koalisi.
"Apalagi yang mau diajak PDIP, saya tahu tokoh-tokohnya nasionalis murni, saya yakin pasti menolak ajakan PKS," tandasnya.
(van/mpr)











































