"Bukannya arogan, kami hanya ingin memastikan sikap politik PKS. Kalau bicara kecewa, mereka lebih sering mengecewakan kami di Setgab," ujar Wasekjen PD, Saan Mustopa, kepada detikcom, Kamis (23/12/2010).
Saan menuturkan, selama ini PKS sering berbeda pendapat dengan Setgab koalisi. Misalnya terkait deponeering kasus Bibit dan Chandra, hanya PKB dan PAN yang menyetujui deponeering.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puncak kekecewaan PD, menurut Saan, adalah ajakan PKS kepada partai tengah di koalisi agar membentuk kekuatan tengah bersama PDIP. Menurutnya, sikap PKS ini sudah diluar kerangka penguatan Setgab.
"Kalau ada yang kurang berkenan antar koalisi kan kita bisa bertemu, bukan mengajak yang lain keluar koalisi membangun poros baru," tegur Saan.
Namun PD masih membuka pintu komunikasi dengan PKS, diharapkan konflik internal Setgab ini tidak terus meruncing dan berujung ke perpecahan.
"Semua bisa dibicarakan, kalau punya uneg-uneg dapat disampaikan baik-baik," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan PKS menuding PD telah arogan dengan menyarankan PKS keluar koalisi. PD sendiri bersikap keras karena menanggapi PKS yang mewacanakan membangun poros baru bersama PDIP untuk mengusung capres dalam pemilu 2014.
(van/mpr)










































