Disarankan Keluar Koalisi, PKS Sebut Demokrat Arogan

Disarankan Keluar Koalisi, PKS Sebut Demokrat Arogan

- detikNews
Kamis, 23 Des 2010 03:48 WIB
Disarankan Keluar Koalisi, PKS Sebut Demokrat Arogan
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi keras saran Partai Demokrat (PD) agar keluar dari koalisi karena perbedaan pendapat di Setgab. PKS menilai sikap PD tersebut arogan.

"Mereka dulu waktu menawarkan koalisi kan tidak searogan begitu. Janganlah arogan seperti mengusir begitu, tidak bagus," tegas Sekjen PKS, Anis Matta, kepada detikcom, Kamis (23/12/2010).

Anis menuturkan, Setgab koalisi memerlukan pembenahan di berbagai lini. Karena belum ada komitmen PD dan Golkar mengembalikan fungsi Setgab, maka PKS mewacanakan pembentukan kekuatan tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kan akhir tahun, kita sedang dalam evaluasi. Ini kan kesepakatan kita menjadikan Setgab kembali efektif menjadi dapur koalisi," papar Anis.

Seharusnya, Anis menambahkan, Setgab dibentuk untuk mengambil kesepakatan koalisi terkait dukungan terhadap kebijakan pemerintah. Karenanya, harusnya anggota Setgab punya komitmen untuk membenahi diri guna meningkatkan efektifitas Setgab.

"Setgab harus lebih transparan dalam membahas masalah-masalah strategis, jangan hanya dijadikan tukang stempel saja, karena fungsi dasarnya sebagai dapur koalsi dan kita harus menghindari arogansi seperti ini," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Partai Demokrat menyarankan agar PKS secara ksatria keluar koalisi dan menarik menterinya dari KIB II. Saran PD ini disampaikan karena kekecewaan atas semangat PKS membangun kekuatan tengah bersama PDIP guna menyiapkan capres sendiri.

"Kalau pernyataan PKS yang disampaikan oleh Pak Mahfudz Siddik serius, lebih baik PKS secara ksatria keluar dari Setgab dan koalisi pemerintah," tegas Wasekjen PD, Saan Mustopa, Rabu (22/12/2010).

(van/fay)


Berita Terkait